Tuesday, April 2, 2013

Introducing Google Nose

Thursday, February 7, 2013

Ketika ada yang bilang hidup itu pilihan, dan semakin kita dewasa kita harus bisa bertanggung jawab atas pilihan- pilihan yang kita buat.. Kekasih, pekerjaan, teman, makanan, minuman favorit, kita punya banyak pilihan tapi kenapa kita memutuskan dan memilih 1 saja dari banyak pilihan itu, kalau makanan dan minuman bisa kita terjemahkan sebagai makanan dan minuman favorit , kita bisa memutuskan itu sebagai sesuatu yang favorit karena kita bisa merasakannya, namun untuk pasangan hidup, kekasih, pekerjaan, apakah ini juga skala penilaiannya?Apakah rasa saja cukup untuk memutuskan apa yang kita pilih, apa yang kita cinta?
Kalau memang rasa menjadi dominasi dalam pemilihan , pen-seleksian atas sesuatu kenapa kita suka dibuat bingung dalam memutuskan ? pakai aja feeling, rasa. Tapi kembali lagi, apa itu semua cukup?Cuma kita yang bisa menilainya, kita memiliki skala prioritas penilaian berbeda, karena setiap orang memiliki prioritasnya masing-masing, memiliki jiwanya masing- masing .
Akhirnya hanya bisa saya katakan bahwa, dalam memilih sesuatu gunakan proporsi yang tepat, pikirkan dengan masak- masak untuk hal- hal yang penting. Tidak semua rasa itu benar, karena rasa itu terkadang dipengaruhi oleh emosi sesaat, dan tidak semua akal/ logika itu benar, karena akal ataupun logika kadang juga dipengaruhi oleh ego kita sebagai seorang individu.

Have a nice day all :)

Monday, January 28, 2013

If you can dream it, you can do it

Pertama kali menginjakkan kaki di Jakarta, pertama kali melihat gedung- gedung pencakar langit di Jakarta, hanya 1 harapanku saat itu, aku harus bisa bekerja disalah satu gedung tinggi itu....
Awal tahun 2010, ternyata jauh dari mimpiku, dan mimpi hanya mimpi untuk saat itu, aku bekerja jauhdari impianku, namun tak pernah sekalipun menyiutkan nyaliku.  Aku merasa harus terpacu dengan keadaan itu. Selang waktu, 4 bulan terlepas dari agency iklan disebuah daerah di jakarta barat, tak disangka ada sebuah panggilan interview, sebuah majalah wanita ternama di Indonesia. Seolah impianku yang sempat terkubur, menyeruak kembali ke permukaan, it's my dream, finally i can make it happen.
Berawal dari media satu ke media lain, terkadang sungguh tak menyangka, Tuhan memudahkan jalanku.
Hanya satu yang kupegang hingga saat ini, apapun impianmu, seberat apapun jalan untuk mencapainya, jangan pernah menyerah, just do it ( pinjam salah satu tagline merk  :P ) yakin dan percaya suatu saat kamu bisa mewujudkan mimpimu. Berhenti bermimpi, lalu bangunlah, wujudkan impianmu, jangan tenggelam dalam impian tanpa usaha.



Friday, November 9, 2012

Kisah Hikmah Persahabatan

Kisah Hikmah Persahabatan

Kisah Hikmah PersahabatanPernah ada anak lelaki dengan watak buruk. Ayahnya memberi dia sekantung penuh paku, dan menyuruh memaku satu batang paku di pagar pekarangan setiap kali dia kehilangan kesabarannya atau berselisih paham dengan orang lain.
Hari pertama dia memaku 37 batang paku di pagar.
Pada minggu-minggu berikutnya dia belajar untuk menahan diri, dan jumlah paku yang dipakainya berkurang dari hari ke hari.
Dia mendapatkan bahwa lebih gampang menahan diri daripada memaku di pagar.
Akhirnya tiba hari ketika dia tidak perlu lagi memaku sebatang paku pun dan dengan gembira disampaikannya hal itu kepada ayahnya.
Ayahnya kemudian menyuruhnya mencabut sebatang paku dari pagar setiap hari, bila dia berhasil menahan diri/bersabar.
Hari-hari berlalu dan akhirnya tiba harinya dia bisa menyampaikan kepada ayahnya, bahwa semua paku sudah tercabut dari pagar.
Sang ayah membawa anaknya ke pagar dan berkata:
”Anakku, kamu sudah berlaku baik, tetapi coba lihat betapa banyak lubang yang ada di pagar.”
Pagar ini tidak akan kembali seperti semula.
Kalau kamu berselisih paham atau bertengkar dengan orang lain, hal itu selalu meninggalkan luka seperti pada pagar.
Kau bisa menusukkan pisau di punggung orang dan mencabutnya kembali, tetapi akan meninggalkan luka.
Tak peduli berapa kali kau meminta maaf/menyesal, lukanya tinggal.
Luka melalui ucapan sama perihnya seperti luka fisik.
Kawan-kawan adalah perhiasan yang langka.
Mereka membuatmu tertawa dan memberimu semangat.
Mereka bersedia mendengarkan jika itu kau perlukan,
mereka menunjang dan membuka hatimu.
Tunjukkanlah kepada teman-temanmu, betapa kau menyukai mereka.
 
 
diambil dari :